Thursday, February 14, 2008

PERGI

buat : noy

I
tiba saat aku pergi, berlabuh
menjemput cerita dari waktu tak bertepi
berbisik, melambai
pada-ku, pada-mu

II
tiba saat engkau pergi, berlabuh
bersama kompas dan sang nahkoda
sepanjang romansa cinta
semoga selamat ke tepian

III
tiba saat kita pergi, berlabuh
diruang waktu sendiri-sendiri

Monday, November 26, 2007

Untuk Ibu dan Ayah

Dari depan rumah, Ayah selalu memandangiku
Sambil bergoyang di atas kursi goyang
Dari jauh terlihat senyum tawanya
Menertawai langkahku yang terbata-bata
Dilepas dari tuntunan ibu dan berusaha meraihnya
Ibu selalu menjauh
dan kembali meraihku saat terjatuh

Hari menjadi lebih cepat modern
dan kursi goyang tak mampu lagi untuk bergoyang

Aku datang di pagi yang tak terduga
Melihat ayah sedang melamun
Di beranda rumah
Di atas kursi yang kini diam tak bergoyang

Langkahku kini tak lagi terbata
Ayah tak lagi juga melamun
Tersenyum sumringah dan tertawa
Ayah menuntun dan menarikku
"temui ibu di dapur" katanya

Ibu tak kaget melihatku
Tubuhnya berkeringat tapi baunya memikat
Lalu kupeluk dan kuciumi

Aku datang di pagi yang tak terduga
Tapi di meja makan, ada acar ikan, tempe dan sambal terasi

Malam harinya aku bermimpi
Tentang seorang anak ditertawai
yang terjatuh saat belajar berjalan

Lalu meluncur saja sebuah kata
Entah bermimpi atau terjaga
"Terimakasih"

Priel.. .

buat: priel

I
Pada maret aku mengenalmu
sapaan kecil lewat sebuah buku tamu
aku masih anak baru
yang ku tahu
bulan depan jadi namamu

II
Jauh rumah tak lupa ingatan
pada halaman dan keponakan
tahu-tahu bertambah satu
satu-satu sahabat baru
satu ponakan dari pintu

III
"mana tulisanmu?"
"akh hari ini kututup dulu pintu,
jadi kata-kata tak mampu menembusnya
entah sampai kapan, mungkin berminggu-minggu”
"mau kemana?"
"Tak kemana-mana
hanya ingin memandang saja dari jendela
akh tapi tunggu
kapan pun itu
pasti kan kubuka kembali pintu"


IV
tak perlu malu
hari ini kembali kubuka pintu
kembali menyapa mu
dan kata-kata membekas dari penaku
bila tidak dihapus jejak
terimakasih telah menjadi sahabatku

Friday, October 5, 2007

Bila Sebuah Batu Tergeletak di Jalan

Bila Sebuah Batu Tergeletak di Jalan
Oleh Emha Ainun Nadjib

Bila sebuah batu tergeletak di jalan
Dan ia membahayakan pemakai jalan
Anda memungutnya, dan mencari seseorang untuk membahas
Apa yang dapat kita perbuat agar batu tersebut bermanfaat

Itulah Islam

Islam adalah untuk menjaga kesuburan tiap sudut tanah
Untuk mengagumi gunung dan laut yang luas, atau sekadar untuk menyirami tanaman,
Untuk berenang dalam air sambil bersyukur kepada Allah
Atau untuk menghirup udara dengan kerinduan untuk bertemu Allah

Islam adalah, bila ada satu makhluk sedang kelaparan,
Walau ia hanya seekor anjing,
Anda merasa tidak enak karena kenyang seorang diri
Maka Anda lalu belajar untuk merasakan lapar,
Sebelum Anda merasa layak disebut sebagai saudara oleh orang-orang lapar.

Islam adalah, ketika seseorang merasa haus
Bahkan bila ia adalah seorang yang akan membunuh Anda,
Anda merasakan kehausannya
Dan berbagi air Anda dengannya

Islam adalah
Ketika Anda melihat seseorang dipinggirkan dan merasa sendirian
Anda menghampirinya dan mengucapkan salam kepadanya

Islam adalah
Mencintai bahkan orang-orang yang membenci Anda,
Dan memuji dengan bijak
Seseorang yang menganggap Anda sebagai musuhnya

Islam adalah komunitas yang berdamai dengan alam
Sungai dan hutan, air dan daratan, gunung dan laut
Yang mereka cintai seolah-olah isteri-isteri mereka sendiri
Menjaga kesuburannya semata-mata dengan cinta

Islam adalah
Sebuah pemerintah yang menganggap rakyatnya sebagai seorang isteri,
Saling menyayangi, bekerjasama dengan keseimbangan kekuasaan antara yang satu
dengan yang lain,
Islam adalah keadaan di mana si kuat memahami pentingnya si lemah
Dan si lemah tidak menikmati kelemahan dan ketergantungannya

Salam berarti perdamaian
Islam berarti upaya mencari, membangun dan menciptakan perdamaian
Humanitas Islam berarti pengertian untuk saling memanusiakan satu sama lain
Budaya Islam adalah Kedamaian pikiran dan hati
Perekonomian Islam berarti tak seorangpun kekurangan gizi dan tak seorangpun
kelebihan gizi
Politik islam berarti demokrasi sejati dan jujur
Filosofi Islam adalah kesimbangan antara hak-hak azasi dan kewajiban-kewajiban
azasi manusia

Salam berarti perdamaian
Islam berarti pembebasan menuju perdamaian
Islam berarti kerja emansipasi menuju kehidupan yang penuh kedamaian bagi semua
manusia

Thursday, September 6, 2007

Cinta Yang Sederhana dan Sebenarnya

ini sebenarnya postingan dari seorang kawan, hanya saya suka sekali dengan isi dari postingan tersebut. Disini saya ingin membaginya bersama rekan-rekan makna dari cinta yang sederhana dan sebenarnya.

Menjelang hari raya, seorang ayah membeli beberapa gulung kertas kado. Putrinya yang masih kecil, masih balita, meminta satu gulung.
"Untuk apa ?" tanya sang ayah.
"Untuk kado, mau kasih hadiah." jawab si kecil.
"Jangan dibuang-buang ya." pesan si ayah, sambil memberikan satu gulungan kecil.

Persis pada hari raya, pagi-pagi si kecil sudah bangun dan membangunkan ayahnya, "Pa, Pa ada hadiah untuk Papa."
Sang ayah yang masih malas-malasan, matanya pun belum melek, menjawab, "Sudahlah nanti saja."
Tetapi si kecil pantang menyerah, "Pa, Pa, bangun Pa, sudah siang."
"Ah, kamu gimana sih, pagi-pagi sudah bangunin Papa."

Ia mengenali kertas kado yang pernah ia berikan kepada anaknya.
"Hadiah apa nih?", tanya sang ayah.
"Hadiah hari raya untuk Papa. Buka dong Pa, buka sekarang", jawab anaknya dengan penuh semangat.

Dan sang ayah pun membuka bingkisan itu. Ternyata di dalamnya hanya sebuah kotak kosong. Tidak berisi apa pun juga.
"Ah, kamu bisa saja. Bingkisannya kok kosong. Buang-buang kertas kado saja. Kan mahal ?"
Si kecil menjawab, "Nggak Pa, nggak kosong. Tadi, Putri masukin begitu buaanyaak ciuman untuk Papa."

Sang ayah terharu, ia mengangkat anaknya. Dipeluknya, diciumnya.
"Putri, Papa belum pernah menerima hadiah seindah ini. Papa akan selalu menyimpan boks ini. Papa akan bawa ke kantor dan sekali-sekali kalau perlu ciuman Putri, Papa akan mengambil satu. Nanti kalau kosong diisi lagi ya !"